Foreword

Earth with rising moonBola bumi telah menyaksikan sejarah panjang makhluk hidup yang ada di atasnya dari generasi ke generasi, wajah bumi benar-benar berubah dalam ukuran waktu “geologi” walaupun tidak jika dalam ukuran umur manusia. Apa yang ada sebelum manusia tidaklah dapat kita ketahui kecuali dari sisa-sisa peninggalan mereka yang telah terkubur dan sebagian besarnya telah musnah di dalam bumi. Manusia hanyalah fase terakhir dari kehidupan panjang yang telah berlalu selama jutaan tahun.

  

Masa antara Nabi Ibrahim hingga saat ini adalah masa yang dekat dengan sejarah kita sekarang, ini adalah masa kenabian yang tercatat secara jelas di beberapa kitab suci, sedangkan masa antara Ibrahim dan Adam adalah masa yang panjang dan gelap untuk di ketahui secara detail, sebagian mereka telah musnah dan terputus kelanjutan bangsanya. Jadi begitu kerdilnya kita di depan rangkaian waktu dan zaman.

 

Kita telah bertumpu pada peninggalan dan manuskrip mereka yang sampai pada kita untuk melihat sejarah masa lalu nenek moyang kita, maka  apa yang kita lakukan saat ini akan menjadi sejarah dan buah tutur pada masa yang akan datang, dan setiap orang akan memilki peran sendiri-sendiri dalam rangkaian rumit kehidupan ini.

 

     Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al-Hadiid:20)

 

     (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).” Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang di ucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka di bangkitkan. ( Al-Mu’minuun: 99-100)

 

 

Selamat datang dan terima kasih telah berkunjung di Hira Mada’s blog.Mari berbagi ilmu dan pengetahuan untuk sesuatu yang lebih baik.

 

 Silakan mengunjungi kategori-kategori yang telah ada berikut ini:

 

 

 World map 4 R4

 

 

 

 

 

Sira Gadjah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gadjah Mada : “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”.

(Palapa Oath by Gadjah Mada in 1258 Saka, written in Pararotan manuscript in 1613 M)